RM2.6 wang 1MDB?

8 Januari 2011

TERBARU ! BUKTI DOKUMEN BERTULIS OLEH BEKAS PEMBANTU RUMAH MENTERI !



Penulis telah mengikuti beberapa artikel daripada para bloggers pro-pembangkang yang turut menyiarkan beberapa laporan berita. Jika kita ikuti laporan tersebut, sudah tentu ianya disensasikan oleh media yang bertanggungjawab.

Maka, penulis layari terus ke pihak berkuasa yang bertanggungjawab menjaga hal ehwal pekerja-pekerja Indonesia iaitu Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Rupa-rupanya terdapat satu artikel terbaru yang akan pasti mengecewakan pro-pembangkang ! Dan artikel terbaru ini juga pasti akan mengunci mulut jentera pro-pembangkang daripada terus cuba menegakkan benang yang basah! Percayalah !

Di bawah adalah dokumen akuan yang ditulis sendiri oleh bekas pembantu rumah yang difitnah telah dirogol oleh DS Rais Yatim. Dokumen tersebut adalah salah satu bukti terbaru yang diperolehi oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang dipengerusikan oleh Moh Jumhur Hidayat.

Di dalam halaman web Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan bahawa :-

"Sudah ada keterangan langsung dari Ibu Rubingah dan juga pernyataan tertulis bahwa beliau tidak pernah mengalami pemerkosaan selama bekerja pada keluarga majikan Datuk Rais Yatim di Malaysia, termasuk perlakuan lain yang tidak pantas," kata Jumhur.

Penjelasan Jumhur didasarkan hasil pertemuan empat staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI--unit teknis di bawah BNP2TKI) Semarang dengan Rubingah maupun Sukirman selaku suami Rubingah di tempat tinggalnya, Kamis (6/1) dan Jumat ini.
Sila rujuk laporan yang disiarkan di dalam web Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) :-
Jumhur: Tak Pernah Ada Pemerkosaaan TKI Oleh Menteri Malaysia Cianjur, BNP2TKI (7/1) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menegaskan, kasus dugaan pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia Rubingah (48) oleh Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Rais Yatim, tidak pernah ada.


"Sudah ada keterangan langsung dari Ibu Rubingah dan juga pernyataan tertulis bahwa beliau tidak pernah mengalami pemerkosaan selama bekerja pada keluarga majikan Datuk Rais Yatim di Malaysia, termasuk perlakuan lain yang tidak pantas," kata Jumhur disela-sela penutupan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BNP2TKI, Jumat (7/1) di Cianjur, Jawa Barat.
Penjelasan Jumhur didasarkan hasil pertemuan empat staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI--unit teknis di bawah BNP2TKI) Semarang dengan Rubingah maupun Sukirman selaku suami Rubingah di tempat tinggalnya, Kamis (6/1) dan Jumat ini.
Rubingah (kanan)
Jumhur memang telah menugaskan Kepala BP3TKI Semarang AB Rochman, untuk menelusuri kebenaran isu dugaan perkosaan tersebut langsung kepada pihak keluarga Rubingah.
Rubingah bekerja di Malaysia sejak 1999 sampai 2007 di rumah pasangan Datuk Rais Yatim dan Datin Masnah, kemudian kembali ke daerah asalnya pada 2007 di Dukuh Kramenan Rt 2 Rw 3, Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Setelah bekerja di Malaysia Rubingah berpindah sebagai TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) di Brunei Darussalam serta Singapura.
Rubingah memiliki dua anak yaitu Monika Umami (26) dan Agustina Umami (21). Anak terakhirnya kini bekerja sebagai TKI di Taiwan. Sedangkan suami Rubingah membuka usaha bengkel reparasi elektronik.
"Saya juga sudah melaporkan penjelasan Ibu Rubingah ini kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar," tambah Jumhur.
Jumhur selanjutnya meminta pihak mana pun agar berhati-hati dalam mengangkat kasus dugaan pemerkosaan terhadap TKI oleh Menteri Malaysia itu.
"Sebab, ini menyangkut nama baik Ibu Rubingah bersama keluarganya yang saat ini hidup tenang dan nyaman di kampungnya," ujar Jumhur.
Dalam pernyataan tertulisnya Rubingah menjelaskan, tidak pernah terjadi upaya pelecehan seksual oleh majikannya selama ia bekerja di Malaysia.
"Saya bekerja selama delapan tahun di rumah Datuk. Selama itu baik-baik saja, tidak pernah ada permasalahan, apalagi terkait perlakuan kasar serta tidak senonoh terhadap saya," kata Rubingah.
Diakui, selain dirinya masih ada tiga TKI lain yang bekerja di rumah Datuk Rais Yatim di Negeri Sembilan Malaysia asal Lampung, Madura, dan Semarang (Jawa Tengah).
"Kami juga semuanya bekerja baik-baik dan istri Datuk sangat baik pada kami. Tetapi Datuk Rais Yatim hanya sebulan sekali pulang. Kami ketemu Datuk pun hanya saat membuka pintu saja," tegas Rubingah.
Ia sendiri tidak mengerti dengan munculnya berita di media massa Malaysia, yang menyebut-nyebut pernah diperkosa oleh Datuk Rais Yatim pada 2007.
"Saya istighfar saja atas berita itu. Saya sedih sekali, karena memang tidak pernah ada pemerkosaan itu," katanya.
Sementara Datuk Rais Yatim sebagaimana dikutip kantor berita Malaysia, Bernama (5/1), membantah telah melakukan perkosaan kepada Rb.
“Saya menolak dugaan-dugaan itu, baik soal pemerkosaan terhadap seseorang empat tahun lalu atau dugaan lain, yang beredar di internet ataupun kelompok politik tertentu,” tegas Rais Yatim di Kuala Lumpur, Rabu (5/1)
Sumber dari : http://novandri.blogspot.com/

.
Reaksi:

0 ulasan:

Catat Ulasan

SOUTHERN Blogger

MALAYA Blogger.